KOSMOLOGI

Kosmologi atau filsafat alam berbicara tentang dunia. Cabang filsafat ini sangat tua. Ribuan tahun yang lalu, di Mesir dan Mesopotamia manusia sudah bertanya tentang asal alam semesta. Kosmologi berkembang sangat baik di Yunani dan memberi hidup kepada ilmu alam. Ilmu alam sudah lama berkembang dan dipilih sebagai model untuk banyak ilmu lain. Pertanyaan-pertanyaan dari filsafat alam itu misalnya soal evolusi, kebebasan dan determinisme, definisi materi, definisi energi, definisi hidup, dan soal-soal yang berhubungan dengan konsekuensi-konsekuensi etis dari kemajuan teknik.

Bersama dengan spesialisasi ilmu alam yang sangat maju, dirasa keperluan akan suatu refleksi yang mendalam yang memperhatikan keseluruhan. Nah refleksi ini merupakan bidang kosmologi. Kosmologi merupakan rangka umum yang dimana hasil-hasil dari ilmu alam dapat dipasang. Teori-teori umum tentang alam sebagai kesatuan yang berfungsi sebagai rangka umum itu sekarang dikemukakan oleh antara lain E.Mach (1838-1916), H.Hertz (1859-1894), M.Planck (1858-1947), dan A.Einstein (1879-1955). Kosmologi sekarang memandang alam sebagai suatu proses. Kosmos itu bukan sistem tetap dan tak terhingga melainkan suatu proses perkembangan.

 

ETIKA

Katae tika berasal dari Yunani (ethos) yang berarti adat, cara bertindak, kebiasaan. Kata moral berasal dari Latin (mos) yang mempunyai arti yang sama.

Etika dibedakan dari semua cabang filsafat lain karena tidak mempermasalahkan keadaan manusia, melainkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ditentukan oleh macam-macam norma (Latin: norma= siku). Norma-norma dapat dibagi atas norma sopan santun, norma hukum, dan norma moral. Norma yang paling penting untuk tindakan manusia, norma moral, datang dari “suara batin”. Norma-norma ini merupakan bidang etika.

Plato dan Aristoteles sudah menyusun suatu etika. Filsuf-filsuf moral kenamaan lainnya antara lain Thomas Aquino, Hobbes, Hume, Kant, Dewey, Scheler, dan von Hildebrand. Beberapa yang termasuk etika seperti filsafat Cina, Hinduisme, dan Buddhisme terus menerus mementingkan jalan untuk mencapai kebahagiaan.

Dalam etika biasanya dibedakan antara etika deskriptif dan etika normatif. Etika deskriptif memberi gambaran dari gejala kesadaran moral (suara batin) dari norma-norma dan konsep-konsep etis. Etika normatif tidak berbicara tentang gejala-gejala, melainkan tentang apa yang sebenarnya harus merupakan tindakan kita. Dalam etika normatif, norma-norma dinilai dan sikap manusia ditentukan.

 

ESTETIKA

Estetika dalam bahasa Yunani (aisthesis) yang artinya pengamatan adalah cabang filsafat yang berbicara tentang keindahan. Dalam pengalaman atas dunia sekeliling kita ditemukan suatu bidang yang disebut indah. Nah pengalaman akan keindahan merupakan objek dari estetika. Mengapa justru objek-objek tertentu sangatmenarik untuk menarik? Dalam estetika dicari hakikat dari keindahan, bentuk-bentuk pengalaman keindahan (seperti keindahan jasmani dan keindahan rohani, keindahan alam dan keindahan seni), dan diselidiki emosi-emosi manusia sebagai reaksi terhadap yang indah, agung, tragis, bagus, mengharukan, dan seterusnya.

Seperti dalam etika, estetika dibedakan antara suatu bagian deskriptif dan suatu bagian normatif. Bagian deskriptif menggambarkan gejala-gejala pengalaman keindahan, sedangkan bagian normatif mencari dasar pengalaman itu. Banyak filsuf telah menyusun suatu estetika dan dicoba untuk menyusun suatu hierarki bentuk-bentuk seni. Seperti Hegel (1770-1831) membedakan suatu rangkaian seni-seni yang mulai pada arsitektur dan berakhir pada puisi. Makin kecil unsur materi dalam suatu bentuk seni, makin tinggi tempatnya atas tangga hierarki. Sedangkan Schopenhauer (1788-1850) melihat suatu rangkaian yang mulai pada arsitektur dan memuncak dalam musik. Musik mendapat tempat istimewa dalam estetika. Musik digambarkan sebagai suatu bentuk “wahyu” yang masih berbicara tentang transendensi, kalau pengertian manusia sudah tidak kuat lagi. Musik dapat mengungkapkan hal-hal yang tidak dapat diekspresikan dengan kata-kata.

 

SEJARAH FILSAFAT

Sejarah filsafat mengajarkan jawaban-jawaban yang diberikan oleh pemikir-pemikir besar, tema-tema yang dianggap paling penting dalam periode tertentu, dan aliran-aliran besar yang menguasai pemikiran selama suatu zaman atau di suatu bagian dunia tertentu. Ada banyak pertanyaan dan jawaban yang selalu kembali disegala zaman dan di semua sudut dunia, oleh karena itu sejarah filsafat sesuatu yang sangat penting.

Dalam sejarah filsafat bisanya dibedakan tiga tradisi besar yaitu filsafat India, filsafat Cina dan filsafat Barat. Dalam ketiga tradisi ini ada banyak kesamaan, terutama antara filsafat India dan filsafat Barat. Sesuatu yang menonjol adalah bahwa baik di India dan Cina maupun dalam dunia Barat, Hidup Intelektual menjadi “dewasa” (melepaskan diri dari cara berpikir mistis) dalam periode antara 800 � 200 SM. Dalam periode ini hidup Konfusius dan Lao Tzu di Cina; Gautama Buddha dan penyusun-penyusun    Upanisad di India; Parmenides, Herakleitos, Sokrates, Plato, dan Aristoteles di Yunani; Zoroaster di Persia; nabi-nabi besar di Israel.

Sejarah filsafat dunia merupakan suatu sumber pengetahuan, pengalaman, hikmat, dan iman yang luar biasa. Sejarah filsafat merupakan suatu cermin bagi manusia. Pertanyaan-pertanyaan dan ide-ide manusia sekarang ditemukan kembali disini dalam suatu perspektif yang sangat luas, yang mengatasi batas-batas agama,bahasa, zaman dan kebudayaan.

About

Roisun Kubangcalingcing

Posted in ps2 / winning eleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Winning Eleven's Stats
  • 8,715,499 Gamers Coming
BELAJAR BISNIS EASY
DAFTAR ISI
Recent Cheat
Statistic
%d bloggers like this: