Filsafat adalah pengetahuan metodis

Antara teologi dan ilmu pengetahuan
terletak suatu daerah tak bertuan.
Daerah ini diserang baik oleh teologi maupun ilmu pengetahuan.
Daerah tak bertuan ini adalah filsafat. -Bertrand Russell

Makin banyak manusia tahu, makin banyak pertanyaan timbul. manusia ingin tahu tentang asal dan tujuan, diri sendiri, nasib, kebebasannya dan kemungkinan-kemungkinannya. Sikap ini sudah menghasilkan pengetahuan yang sangat luas, yang secara metodis dan sistematis dibagi atas banyak jenis ilmu. Namun, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, sejumlah pertanyaan manusia masih tetap terbuka dan sama aktualnya seperti ribuan tahun yang lalu, seperti diungkapkan dalam sajak kuno ini:

Aku datang – entah dari mana, aku ini – entah siapa, aku pergi – entah kemana, aku akan mati – entah kapan, aku heran bahwa aku bergembira..

Pertanyaan-pertanyaan tentang asal dan tujuan, tentang hidup dan kematian, tentang hakekat manusia, tidak terjawab oleh ilmu pengetahuan. Tetapi bahkan mungkin tidak terjawab pula oleh filsafat. Namun, filsafat adalah suatu tempat dimana pertanyaan-pertanyaan ini dikumpulkan, diterangkan dan diteruskan. Filsafat adalah ilmu tanpa batas. Filsafat tidak menyelidiki salah satu segi dari kenyataan saja, melainkan apa-apa saja yang menarik perhatian manusia. Perbedaan antara filsafat dan ilmu pengetahuan menjadi semakin jelas kalau kita membandingkan definisi ilmu pengetahuan dengan definisi filsafat:

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren (bertalian) tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan.

Filsafat adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan.

Filsafat memang tidak memperlihatkan banyak kemajuan dalam penyelidikan ini. Tetapi hasil dari ilmu-ilmu khusus berkembang besar luar biasa. Dibandingkan dengan itu, hasil dari filsafat terlihat kurang kongkret dan kurang berguna. Namun demikian, filsafat masih tetap dibutuhkan sebagai suatu “forum”, suatu tempat dimana dibicarakan soal-soal yang datang sebelum dan sesudah semua ilmu lain.

Arti Kata Filsafat
Kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “cinta akan hikmat” atau “cinta akan pengetahuan”. Seorang filsuf adalah seorang pecinta, pencari (philos) hikmat atau pengetahuan (sophia). Kata philosophos diciptakan untuk menekankan sesuatu. Pemikir-pemikir Yunani seperti Pythagoras (582-496 SM) dan Plato (428-348 SM) mengejek para sofis (sophistes) yang berpendapat bahwa mereka tahu jawaban untuk semua pertanyaan. kata Pythagoras: hanya Tuhan mempunyai hikmat yang sungguh-sungguh. Manusia harus puas dengan tugasnya didunia ini, yaitu “mencari hikmat”, “mencintai pengetahuan”.

Sebenarnya masih banyak penjelasan untuk lebih memahami pintu masuk ke dunia filsafat, tidak cukup sehari memahaminya. Jadi untuk sementara, penjelasan singkat ini saja sebagai awalan untuk ke tingkat selanjutnya. Sabar.. akan ada kelanjutannya. Ikuti terus tulisan tentang filsafat ini

About

Roisun Kubangcalingcing

Posted in ps2 / winning eleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Winning Eleven's Stats
  • 8,715,098 Gamers Coming
BELAJAR BISNIS EASY
DAFTAR ISI
Recent Cheat
Statistic
%d bloggers like this: