el fathon

Angkatan Kami adalah angkatan yang dibilang mengenaskan pada prosesnya dan mengesankan pada hasilnya.
Kenapa demikian karena yang pertama terjadi 1 hal yang tidak diinginkan yang mengakibatkan dari sekian ratus kader hanya tersisa 2 kader.
Tahun 2004 adalah tahun dimana UIN Malang pertama kali diresmikan. Pada tahun ini kami menemukan momentum Bagaimana kerasnya usaha yang dilakukan oleh bapak Rektor Profesor Doktor Kyai Haji Imam suprayogo untuk membangun pondasi pendidikan yang bersifat Ulul Albab yang sesuai dengan idealisme PMII.

Ulul Albab merupakan citra diri kader PMII yang karena memiliki citra diri Ulul Albab dan kampus memiliki citra diri Ulul Albab maka dua-duanya saling menguatkan sehingga sangat mudah bagi kami untuk mengkader dan mengarahkan kader Teruntuk berkeyakinan dan yakin dengan PMII sebagai satu hal yang benar dengan tri motto, dzikir fikir dan amal shaleh.

Ini bukan hanya klaim kosong belaka karena bisa dilihat dari hasil kinerja kepengurusan kami yaitu angkatan di bawah kami persis angkatan sangkakala dan Angkatan selanjutnya.

Selain kemudahan yang didapatkan oleh kami dengan kecocokan antara visi kampus dan visi organisasi kami juga memiliki kesulitan kesulitan tersendiri dalam menjalani kepengurusan organisasi.

Visi organisasi waktu itu kami masih ingat betul yaitu visi yang sangat filosofis artinya visi yang pengaruhnya dari hasil Kami belajar filsafat di pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh komisariat ataupun cabang sebelum kami jadi pengurus. Visi organisasi waktu itu adalah membentuk kader menjadi intelektual organik yang cocok dengan budaya pesantren.

Sementara visi komisariat sendiri mengarah pada back to pesantren yang hari ini terealisasi dengan kembalinya PMII ke tubuh Nahdlatul Ulama.
Kritis transformatif merupakan paradigma yang diprakarsai oleh Pusat PB PMII untuk menjadi pola berfikir atau sudut pandang berpikir dari setiap kader.

Dengan kritis transformatif koma Ulul Albab, dan PMII back to pesantren kami memilih untuk bersama-sama membuat kegiatan-kegiatan yang bersifat keilmuan kebersamaan yang mengarah pada intelektual organik.

diantara hal-hal sederhana yang kami lakukan untuk menunjang kegiatan kegiatan yang bersifat keilmuan kami mengadakan kegiatan pelatihan filsafat rayon dan melakukan diskusi diskusi yang terkait dengan filsafat agar paradigma kritis transformatif yang digawangi oleh pengurus besar pergerakan mahasiswa Islam Indonesia dapat dapat masuk dan dilakukan oleh kader-kader PMII baikkah tingkatan pemikiran ucapan ataupun tingkah laku titik sehingga dengan demikian tercipta tercipta lah kader yang kami amankan dengan intelektual organik.

Intelektual organik berarti iya yang paham akan dirinya dan paham akan lingkungannya serta sadar akan apa yang harus dilakukan untuk dirinya sendiri dan apa yang harus dilakukan untuk lingkungannya baik lingkungan kampus organisasi ataupun masyarakat.

dan diantara hal-hal yang dapat memudahkan kami menjalani kepengurusan selain budaya keilmuan dan kebersamaan serta kesamaan visi dan misi antara organisasi dan kampus koma kami juga memiliki keuntungan dengan telah terjadinya seleksi alam pada kejadian tragedi Trowulan yaitu acara terakhir yang dilakukan oleh angkatan kami pada kepengurusan Ahmad makki Hasan dan berujung pada keharusan untuk iuran masing-masing kader Rp300.000 yang saya pribadi membaca membayar sekitar satu juta 800 dan anda bisa bayangkan SPP kampus waktu itu masih Rp400.000 yang karenanya yang kuat bertahan dan yang tidak kuat menghindar dari organisasi karena berpikir bahwa organisasi adalah soal kewajiban untuk meluangkan waktu dan meluangkan uangnya yang mereka sendiri tidak tahu untuk apa mereka berkorban.  ada juga orang yang kemudian menjadi ragu antara ya dan tidak.  untuk ikut serta dalam organisasi.  karena kami di tempat dengan hal yang waktu itu sangat berat buat kami ketika kami masih menjadi anggota maka ketika menjadi pengurus kami sudah benar-benar menjadi orang yang kuat untuk menjalankan roda kepengurusan dan tidak terlalu mendengarkan nasehat orang-orang yang hanya bisa ngomong.

kami hanya mendengarkan sahabat sahabat kami senior yang masih terlihat melakukan hal-hal yang baik untuk PMII.
Diantara kekurangan Kami adalah sedikit sekali kader Putra yang tersisa sehingga untuk menjadi presiden BEM F saja kami tak memiliki kader putra yang cukup mumpuni.

pada kepengurusan kami ada dua hal yang menarik yang sampai hari ini masih kami laksanakan di kehidupan masyarakat ataupun bisnis.  yang pertama kami tidak pernah menulis jam dengan pas untuk mensiasati agar orang-orang tidak terlambat contoh jika kami mengundang pada pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat Maka kami Tuliskan di undangan pukul 1949.  yang kedua untuk menghormati setiap kader dan sahabat-sahabat baik angkatan kami pribadi ataupun angkatan bawah kami kami memutuskan untuk memasukkan seluruh nama dari angkatan kami dan Angkatan dibawah kami ke dalam struktur kepengurusan perlu diketahui bahwa sebelum kepengurusan kami ada 10 sampai 15 pengurus di dalam struktur organisasi selain untuk menghormati mereka sebagai kader ini juga untuk memberikan rasa tanggung jawab agar sama-sama memberikan kontribusinya kepada organisasi dan kami tidak melakukan seleksi karena kami percaya ada seleksi alam yang akan memilih siapa yang kuat dan siapa yang tidak kuat untuk tetap aktif dalam organisasi.

diantara Sekian banyak kegiatan yang telah kami lakukan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan sukses dan bisa dikatakan kepengurusan kami 100% sesuai dengan program kerja karena kegiatan semuanya terlaksana dan karena kami fokus pada penguatan kapasitas individu per kadar dengan keilmuan dan fokus pada kebersamaan untuk menunjang jalannya organisasi hasilnya bisa dilihat angkatan dibawah kami 2 ataupun 3 angkatan masih merupakan organisasi dengan warna yang sama. Untuk hasil yang lain bisa terlihat hari ini dan waktu juga akan memutihkan di hari-hari yang akan datang bahwa kepengurusan kami adalah kepengurusan yang luar biasa walaupun ketuane Turuan.

 

Selain itu kami juga secara kepengurusan merencanakan agar laporan pertanggungjawaban kami ditolak dengan alasan bahwa jika tidak pernah ada yang mendapatkan panismen maka secara umum tidak ada reward dan ketika tidak ada reward dan punishment maka organisasi tidak akan berubah menuju arah yang lebih baik dengan proses radikal radikal bukan Al Faruq tapi radikal menurut filsafat orang mana ya Konohamaru..

 

Dalam mendidik kader, kami menganggap dan memperlakukan kader sebagai bukan prajurit yang akan menghadapi pertempuran, tapi lebih ke bagaimana kader diposisikan sebagai pengantin baru, bahkan ketika mengadakan kegiatan PKD di kab Malang, ada 50 an peserta ayng berangkat, sementara hanya 4 yang telah membayar registrasi. kami tetap melaksanakan kegiatan dengan lancar.

 

Sebagai Pemela kaum mustadhafin, dan manusia aswaja, kami mengidealkan kyai sebagai citra diri dan pilihan kepengurusan kami untuk dijadikan hero dan untuk di edifikasi.

 

demikian..

Advertisements

Roisun Kubangcalingcing

Posted in ps2 / winning eleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Winning Eleven's Stats
  • 8,773,350 Gamers Coming
BELAJAR BISNIS EASY
DAFTAR ISI
Recent Cheat
Statistic
%d bloggers like this: